Pengambilan Pelajar Baru Sesi 2012

Kami telah memulakan sesi pengambilan pelajar baru untuk sesi tahun 2012 bagi pelajar-pelajar Tadika, Tahfiz dan juga KAFA. Sila hubungi Puan Mintom: 019-3338469. Dapatkan Brochure disini.

Tadika Ar Rayyan's Facebook Wall

Saturday, December 13, 2008

Kisah Cinta Nabi Kepada Umatnya

Utk Renungan Bersama.


Kita semua banyak membaca tapi mungkin kita terlupa dgn artikel ini.


Buku sejarah dunia tidak pernah meriwayatkan, apatah lagi mengarapnya


Ada sebuah kisah tentang CINTA yang sebenar-benar CINTA yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.


Begini kisahnya.......


Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning,

burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah

dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada

dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah

kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku.

Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak

orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang

tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.


Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar

adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas

panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah

datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"

keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai

menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali

dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan

goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat

yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.


Telah Sampai Waktunya....


Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih

tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan

keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi

alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru

mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak

mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah

yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani

ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,

"Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru

sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah

menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah

bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah,

dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan

pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun

menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi

Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit

dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril,

jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan

suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat

telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, "

kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya

masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya

Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan

khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman

kepadaku: ''Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad

telah berada di dalamnya," kata Jibril.



Saat Perpisahan bagi Seorang Kekasih....


Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan

tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah

bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit

sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali

yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya

Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup,

melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian

terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini

kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan

dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak

membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya "Uushiikum bis

shalati, wa maa malakat aimanuku", peliharalah shalat dan peliharalah

orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar

bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di

wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah

yang mulai kebiruan."Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku,

umatku" Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad

wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar

timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya,


Seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.


Yg baik datang dari NYA dan yg salah serta silap datang dari hambamu. Amin....


Selawat dan salam ke atas junjungan Kekasih Allah

No comments:

Guru Cemerlang

"Guru Cemerlang ialah guru yang mempunyai pengetahuan, kemahiran, dan kepakaran yang tinggi dalam mata pelajaran khususnya dalam bidang pengajaran dan pembelajaran. Guru Cemerlang juga sentiasa berdedikasi dan bermotivasi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang cemerlang secara berterusan.” - Buku Terma Rujukan konsep Guru Cemerlang

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails

Visitor maps